Rabu, 11 Maret 2015

Cerpen Cinta Terbaru dan Teranyar 2015

Cerpen Cinta - cinta yang berujung penyesalan, saat ini saya akan  berikan sesuatu cerpen cinta dari raja gombal didalam cerpen cinta remaja ini mengisahkan cerita cerpen sedih atau juga Cerita Lucu yang sanagat enak untuk dibaca, seperti makanan saja yah, cerpen ini seperti nya mengisahkan penyesalan yang mendalam lantas jika berbuat pikir dolo dech agar tidak nyesal Loh....

Gambaran dari cerita pendek perihal cerpen cinta ini sedikit mengharukan, dikarenakan tidak dapat disangka perihal layaknya ini dapat berlangsung, saya pribadi juga sedikit terharu sesudah baca cerpen yang berisikan kata mutiara cinta. bila sahabat penasaran dapat cerpen cinta ini.. 

Cerpen Cinta Terbaru dan Teranyar 2013
Cerpen Cinta Terbaru dan Teranyar 2015
CERPEN CINTA
TAKK HARUS MEMILIKI
Dia tak jua bangkit, masih duduk terpaku dan berteman pilu, sementara puntung rokok yang telah dibuangnya masih mengelun dan menari-narikan asapnya yang menyesakkan dada. Angannya terus melayang akan seseorang yang benar-benar ingin ditemuinya.

Antara kota dan pelosok desa, dengan jarak jauh ia kirimkan satu salam rindu yang diterbangkannya bersama angin malam di penghujung musim hujan. Namun benarkah kan sampai? Karena di kediamannya telah ia pungut airmata kepedihan dari jalan ke jalan yang dibungkus dengan cinta sebagai kado yang mereka impikan bersama.

Cinta Tak Harus Memilki“Dinda, akankah kau tahu bahwasanya kuingin berjumpa dan bertemu? Entah telah berapa banyak hitungan waktuku yang terusai hanya karena anganmu. Apakah kau juga merasakan seperti apa yang disini akurasakan?” Pandangannya kosong dan tak terarah, hatinya menangis terisak penuh haru karena rindu yang begitu menderu.

Cinta, begitu kejam kau biarkan ku menunggu, menanti sesuatu yang tak pasti dan mungkin tak kan pernah pasti. Begitu dituliskannya di secarik kertas sampah di depannya. Ia terlena lalu tertidur dengan kelesuannya, berbantal tangan yang tak seempuk bantal kapas di kamarnya.

Begitulah cinta, kan meracuni setiap pujangga yang hinggap tuk merasakan dan menikmatinya. Tak banyak insan yang selamat dari kekejamannya, tetapi tak sedikit pula yang dapat merasakan hangatnya akan kebahagiaan yang telah tercipta olehnya.

********

Cerpen Cinta Tak Harus Memiliki
Senin pagi, berkicau burung-burung yang asyik bercengkrama, bermain, berterbangan, meloncat dari dahan ke dahan, sesaat mereka terbang tinggi dan jauh tetapi kembali hinggap ke dahan dan kadang ke bawah. Betapa cerianya mereka, seperti tak ada beban yang ditanggungnya. Harusnya Firman juga begitu, dapat dengan mudahnya menghempaskan pernak-pernik hidup yang ditempuhinya.

Sesaat setelah ia mandi menyegarkan tubuhnya, berdiri ia di depan cermin di samping pintu kamarnya yang setengah membuka. Ia menatap wajahnya, berusaha menciptakan senyum sebagai tanda semangat untuk memulai harinya.
“Semangat,..!! kau tak boleh jatuh terpuruk seperti ini, Firman! Masih banyak waktu yang dapat kau isi agar hidup ini lebih bermakna”. Berbicara sendiri ia di depan cermin sambil menyentuh bayangan wajahnya.
“Hari ini, besok ataupun lusa kau harus bisa bertemu dengannya, Firman! Jangan kecewakan atimu”. Gumamnya dalam hati.

Tampangnya lebih berwibawa dengan dasi yang melingkari lehernya, dengan jas yang menutupi kemejanya, ia melangkah keluar. Seketika itu terlihat petugas kantor Pos dengan sigap mengantarkan amplop yang entah apa isinya. Dengan ramah Firman menyambutnya, menerima apa yang diberikan oleh lelaki setengah tua itu tetapi ia tak langsung membukanya apa isi surat itu. Jangankan membuka, membaca alamat si pengirim pun ia tak menyempatinya.

Cinta Tak Harus Memilki

Ia terburu-buru setelah merubah niatnya untuk tidak masuk kerja, karena ia pikir ia harus pergi ke tempat dimana ia kirimkan rindunya. Untunglah, masih jam 7.25. masih sempat ia mengejar jadwal pemberangkatan kereta yang terjadwal sekitar jam 8.00 pagi. Ia bergegas tanpa berpikir yang lain lagi. Bismillah, doanya dalam hati.

“Dinda, aku kan datang menjemputmu, membasuh rindu yang telah lama menjadi virus dalam hati”. Pikirannya tenang, sambil duduk di depan stasiun kota Bahtera ia kempulkan rokoknya menunggu kereta tiba.

********

Itulah mungkin Cerita Pendek atau Cerpen yang bisa saya share untuk kalian yang mungkin juga penggemar Cerpen Indonesia ataupun untuk tuga sekolah, apabila anda masih ada tugas sekolah contohnya tentang Pidato atau Cerita Rakyat silahkan saja langsung ke web Loker Seni, SHARE atau LIKE jika postingan diatas sangat bermanfaat bagi anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar