Kamis, 04 Juli 2013

Cerpen Motivasi Terbaru 2013

Cerpen Motivasi - Dalam Menjalankan sebuha kehidupan pastilah kita membutuhkan sebuah semngat untuk dapat menjalani semua rutinitas yang kit alakukan seharihari ini, kali ini saya mungkin akan berbagi semua hal yang berbau Cerpen Motivasi untuk anda, supaya anda terbebas dari yang namanya sebuah kegalauan zaman sekarang, banyak Remaja sekarang yang membutuhkan sebuah motivasi untuk mejadikan remaja kita lebih kuat dalam menjalani sebuah masa depan yang cerah dan penuh gairah, baiklah kita langsung saja untuk membaca Cerpen Motivasi yang mungkin bisa membuat anda bangkit dari keterpurukan ini.

Cerpen Motivasi Terbaru 2013
Cerpen Motivasi Terbaru 2013
TAK SEBIRU LANGIT
Karya Novi

Akhirnya ku biasa menyelesaikan lukisanku yang akan dipamerkan pada pameran besok,tak sabar rasanya tuk memamerkan lukisan tersebut. Tak terasa waktu telah menunjukkan jam 10 malam, aku pun berkemas tuk menyiapkan semua sebelum pergi tidur.
“ku rasa dah siap semua,lukisan yang akan ku pamerkan besok……..”kataku sambil merapikan kanvas.
“bener mas mau lukisan ini yang mas pamerkan besok”Tanya pak Asto,asistenku. ”saya rasa besok pasti banyak yang akan membeli lukisan mas.” Sambungnya.

Aku hanya tersenyum mendengarnya”bapak ini selalu saja berharap seperti itu,”kataku.
“lho apa salahnya kalau kita berharap lebih,kan bagus buat do’a mas”jawab pak Asto.
“ Iya ya, Ya udah semua dah siap lebih baik kita bergegas tuk istirahat buat acara besok,oke Pak” kataku sambil memegang bahu pak Asto kemudian pergi ke kamar.

Jam beker berbunyi membangunkanku dari mimpi-mimpiku. “Huuh padahal masih ngantuk banget”kataku dalam hati.
“Astaga sudah siang ternyata.” Kata setelah melihat jam beker yang terpampang di meja. Waktu sudah menunjukkan pukul 8,padahal lukisan-lukisan ku akan dibawa ke pameran jam 7,. Aku langsung mengambil langkah seribu tuk mandi dan langsung bergegas ke sanggar. Setelah disana sudah tak ada lukisan-lukisanku.
“Hem…….mas bangun telat y pagi ini”Tanya Pak Asto yang mengagetkanku.
“Iya ni pak,huuh semuanya dah diangkut y??”tanyaku.
“Ia udah diangkut tadi jam 7an, Tumben sekali hari ini mbak Laila yang mengambil langsung padahal biasanya kurir - kurirnya” Kata Pak Asto.
“Aku pun tak tau mengenai itu, Dia tidak bilang apa apa sebelumnya” kataku sambil duduk dan meraih minum yang disuguhkan oleh pak Asto.
“Ya udah mending mas sarapan dulu,terus ke pameran itu. Sapa tau ada yang ingin dibicarakan oleh mbak Laela sama mas”kata Pak Asto.
Aku hanya mengangguk saja,sambil menyantap sarapan.

Dengan penasaran kenapa Laela langsung datang ke sanggarku,aku akhirnya pergi ke pameran,dimana Laela yang menghandle acara itu. Tak biasa memang aku ke pameran . Biasanya aku hanya menunggu kabar dari Laela atas penjualan lukisan-lukisanku di rumah dengan santai.
“Hem aku penasaran kenapa Laela datang ke rumah perasaan dia tak pernah datang langsung ke tempatku,acara pameran dimulai jam sepuluh,ini udah menunjukkan jam 11,tak apalah sekalian aku ingin liat gimana pameran berlangsung”kataku dalam hati sambil meluncur ke tempat dimana pameran diselenggarakan.

Sesampainya ditempat yang ku tuju,ternyata masih banyak orang disana. Berbagai orang berkumpul,tapi tak ada yang aku kenal. Aku melihat-lihat lukisan yang ada didalam sambil mencari Laela,ternyata bukan lukisanku saja yang dipamerkan disini.
“Mbak, aku mencari mba Laela dimana dia”tanyaku pada seorang petugas disitu.
”Owh mba Laela sedang ada urusan didalam,sebentar saya panggilkan mas. Maaf sebelumnya, kalau boleh tau, ini dengan mas siapa ya?”jawab petugas itu.
”mas Fian” jawabku singkat. Petugas itupun pergi dari hadapanku.

Memang susah bertemu Laela karena dia termasuk orang yang sibuk. Ku edarkan pandanganku ke sekitar tempat ini sambil menunggu Laela.
”Hem,sungguh bagus-bagus lukisannya,dekorasi ruangan pun bagus sehingga membuat lukisan jadi cocok berada di tempatnya” Pikirku.

Pandanganku berhenti dan tertuju pada seseorang yang memegang sebuah lukisan dengan penuh perasaan, ya itu lukisanku. Aku pun mendekat ke gadis itu. Gadis yang menggunakan kursi roda.
“Maaf nona,kenapa kau memandangi lukisan ini dengan penuh perasaan??”tanyaku.
Gadis itu menoleh,ternyata suaraku mengagetkannya. Gadis itu hanya diam tersenyum,tak ada sebuah kata yang terucap darinya. Dia juga kembali memandangi lukisanku,dan tak menghiraukanku yang berada disampingnya, cukup lama ku mengamatinya dengan penasaran.
“Naela” terdengar suara yang memanggil.

Kami pun menoleh secara bersama ke arah suara. Ternyata suara itu datang dari Laela.
“Kalian disni rupanya,hay yan” kata Laela sambil melangkah ke gadis tersebut.
“Aku tadi mencarimu keliling ruangan ternyata kau disini bersama Naela?” kata Laela.
“Ya aku juga mencarimu tuk menanyakan kenapa tadi pagi kau ke rumahku, tidak bisanaya itu terjadi” Jawabku.
“Dan tak seperti biasa juga kau kesini kan??”kata Laela sambil tersenyum,gadis itu pun ikut tersenyum.
“Oh ya aku sampai lupa,kenalkan ini adikku Naela,dia penggemarmu lho.” Lanjut Laela.
”kakak” kata Naela sambil mencubit punggung kakaknya.
”ternyata kau bisa bicara juga”kataku,dia hanya nenunduk malu.
”aku ke rumahmu tuk mengenalkan kau dengan adikku,tapi ternyata kau malah udah bertemu dengannya. Liat dek idolamu dah ada disampingmu.” Kata Laela menggoda Naela.

Aku hanya tersenyum mendengarnya,Laela pergi meninggalkan kami karena ada urusan., aku hanya bisa terdiam mendengar kata-kata Laela bahwa gadis dengan penampilan sederhana yang berada dihadapanku ini adalah penggemarku,dan dia sangat misterius.
“Apa mas punya penggemar?”Tanya pak Asto dengan ekspresi kaget.
“Nda usah kaget gitu pak”jawabku.
”saya heran aja mas, kebanyakan yang datang ke pameran tersebut kan orang tua-tua,jadi penggemar mas orang tua donk. Hahhahaha”lanjut Pak Asto.
”sembarangan ni pak Asto,dia bukan orang tua,dia masih muda dan cantik,tapi sayang dia memakai kursi roda”kataku.
”Namanya siapa mas?”Tanya pak Asto.
“Namanya Naela dia adik dari Laela”.

Kami bercakap-cakap setelah kepulanganku dari pameran,sampai saat ini aku masih terbayang-bayang wajah Naela. Ingin rasanya aku mendekati dia. Ku baringkan badan diatas tempat tidur,selama ini aku melukis tapi tak pernah ada yang memandangi lukisanku dengan penuh perasaan seperti itu, hem aku akan mencoba menghubungi Naela,siapa tau dia mau ku ajak bertemu kembali. Kupencet tombol dari hp ku untuk menghubunginya.
“ haloo” dia pun menjawab. Kami saling bertanya sana sini. Saling mengobrol ternyata dia gadis yang menyenangkan.

Tak butuh waktu yang lama tuk akrab dengannya karena hobi kami yang sama yaitu melukis. Aku pun diajak ke sanggar lukisnya.
“aku suka melukis disini’kata Naela.
“Hem tempat yang menyenangkan,membuat kita jadi bisa melukis dengan bebas.”kataku.
”oh ya kau kan suka melukis?, terus kakakmu juga organizer sebuah pameran,kenapa lukisanmu tak kau pamerkan?” tanyaku.
Naela hanya tersenyum sambil memindahkan peralatannya “aku kurang pede dengan lukisanku karena lukisanku tak seperti kebanyakan orang”jawabnya datar.

Dia yang memegang sebuah kotak kuas yang cukup ringan seperti seorang dewi bagiku,tiba-tiba kotak itu terlepas dari tangannya,dan jatuh berantakan membuatku tersadar dari lamunanku.
“kau tak apa- apa Naela?”tanyaku.
Naela hanya menggeleng, menurutku Naela aneh,kadang-kadang dia seperti orang struk,yang tak bisa menggerakkan anggota badannya sendiri.

Berkali-kali ku bertanya pada Naela,tapi dia tak pernah menjawab kalau dia sakit,dia bilang dia duduk dikursi roda karena sebuah kecelakaan. Membuatku berniat untuk mencari taunya melalui Laela.
“hay fian,tumben mencariku. Ada apa?”Tanya Laela,
”aku menemuimu karena aku ingin Tanya,siapa yang membeli lukisanku yang ku beri judul harapanku?”tanyaku kepada Laela.
“ada ko’ Cuma orangnya nggak mau bilang identitasnya,kenpa kamu Tanya soal itu??”Tanya Laela lagi.
”Aku hanya penasaraan aja, Orang yang membeli lukisanku sebelum-sebelumnya kau begitu tau tentang identitas mereka tapi kenapa yang ini kau tak tau? Itu anehkan?. Apa mungkin kau tau tapi tak ingin mengatakannya padaku?”.

Laela hanya tersenyum,tapi tetap saja tak mau mengatakan siapa yang membelinya.
“Oh ya Laela, aku ingin bertanya sebenarnya Naela itu sakit apa??tanyaku.
“kenapa kau bertanya seperti itu?” Lalila balik bertanya.
“Ma’af bukannya aku menyinggung perasaanmu aku hanya penasaran kenapa dia selalu membawa obat??”lanjutku.
“Kalau begitu aku juga minta maaf, karena aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu”.
“Oh ya aku ada urusan. Bukankah kau juga ada janji sama Naela”jawab Laela mengingatkanku pada janji yang ku buat bersama Naela bahwa kami akan saling belajar tentang melukis. Aku mengangguk membenarkan sebelum kemudian berlalu.
Semoga denga Cerpen Motivasi diatas anda bisa menjadi sebuah jiwa yang kuat dalam menghadapi sebuah rintangan yang akan menghadang anda setiap saat, SHARE atau LIKE jika Cerpen Motivasi diatas sangat bermanfaat untuk anda dan jangan Lupa untuk membaca Cerpen Remaja yang mungkin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar